Halo sobat Bisa-Mandarin ….

Jumpa lagi bersama kami, kali ini kami akan membagikan pengalaman kami tentang “BAGAIMANA SUASANA PUASA RAMADHAN DI TIONGKOK?”. Yaa … walaupun sudah lewat namun masih terasa bagi kita semua indahnya bulan penuh berkah tersebut ……. Numpang cerita sebentar yaaa sobat bisa-mandarin ….. hehehe

Pada tahun pertama ketika saya dan teman-teman menginjakkan kaki ke negeri panda ini (yaa … meskipun belum pernah nemuin pandanya langsung disini hehehe) banyak pertanyaan dibenak kita bagaimana nanti kalo makan … apakah ada makanan halal yang tersedia? Bagaiamana kalo mau sholat? Bagaimana kalau puasa Ramadhan nanti? Bagaimana sholat tarawih nanti? Bagaimana Sholat Ied nanti? …. Yaa pertanyaan tersebut akan terus terulang bagi mahasiswa baru beragama muslim yang melanjutkan pendidikan ke negeri panda ini. Sekali lagi jangan khawatir untuk yang beragama muslim karena di beberapa kota tersedia komunitas untuk mahasiwa Indonesia yang beragama muslim akan siap mengarahkan dan membantu teman-teman semua mulai dari belanja makanan halal sampai mengantarkan ke tempat ibadah bahkan sampai berbagi pengalaman mereka masing-masing tentang kondisi berpuasa Ramadhan disini. Namun, ketika awal saya datang belum ada komunitas muslim bagi mahasiswa Indonesia. Jadi kita dibantu sama kakak – kakak senior kita dari Indonesia meskipun beragama lain dan teman-teman sesama muslim dari negara lain. Sekali lagi jangan khawatir untuk mencari makanan halal karena hampir di setiap area universitas terdapat kantin muslim, restoran muslim, bahkan pasar untuk belanja kebutuhan sehari-hari jika ingin memasak sendiri dan untuk masjid sendiri di beberapa kota terdapat kurang lebih 3 sampai 4 masjid yang jarak tempuh sekitar kurang lebih 45 menit sampai 1 jam paling jauh.

Lhaa….  Untuk kegiatan selama bulan Ramadhan jika di kampus/ universitas tersebut terdapat banyak mahasiswa Indonesia biasanya mereka melakukan sholat tarawih dan tadarus di kamar secara berjamaah. Untuk buka puasa dan sahur biasanya ada yang membuat menu berbuka dan sahur untuk disantap secara bersama-sama. Lalu bagaimana jika ingin tarawih di masjid? Untuk tarawih di masjid boleh-boleh saja jika jarak tempuh antara masjid dengan universitas tidak terlalu jauh karena ada beberapa kampus yang memberlakukan sistem tutup asrama paling akhir pukul 11.00 jadi jika ikut tarawih di masjid otomatis akan terlambat untuk masuk ke dalam asrama. Namun, kita bisa pergi ke masjid ketika waktu buka puasa tiba karena penduduk muslim di sekitar area masjid tersebut selalu menyediakan makanan bagi umat muslim selama bulan puasa istilahnya “takjil/ makan berat untuk buka bersama” yang mana diawali dengan makan takjil berupa semangka, roti, dan kurma kemudian dilanjutkan sholat maghrib berjamaah terlebih dahulu dan kemudian baru dilanjutkan dengan menyantap makanan berat.

Jadi ….. Intinya jangan khawatir bagi sobat bisa-mandarin yang beragama muslim. Berkaca dari istilah “MALU BERTANYA SESAT DI JALAN”. Oleh karena itu, kita diwajibkan banyak-banyak mencari informasi penting apa saja untuk persiapan jika ingin melanjutkan kuliah di Negeri Panda ini. Sekian dari kami … jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penulisan kami memohon maaf. Terima kasih

Author: Frans A. Pranatha

Editor: Farid Arrasyid