Halo sobat bisa-mandarin! Apakah diantara kalian mempunyai keinginan untuk melanjutkan studi kalian di Negeri Panda (Tiongkok)? Bagi kalian yang ingin melanjutkan studi anda ke Tiongkok jangan khawatir! Disini kami mencoba membantu sobat bisa-mandarin melalui pengalaman dari beberapa kawan-kawan kita yang sedang atau pernah menempuh pendidikan disana. Yukk simak penjelasan di bawah:

  1. Apakah ada “OSPEK/ MOS” seperti di Indonesia?

Yappp … tentu saja di Tiongkok juga memiliki “OSPEK/ MOS” seperti di Indonesia yaitu wajib militer (kalua di Indonesia seperti baris berbaris untuk mahasiswa baru). Biasa, wajib militer dilakukan di minggu kedua pada tahun ajaran baru sekitar bulan September selama 2 minggu dari pagi pukul 08:00 sampe sore pukul 05.20 CST. Eitsss … tapi jangan khawatir,, untuk mahasiswa internasional tidak diwajibkan ikut dan kebanyakan hanya dan wajib untuk warga Tiongkok lokal.

lalu, “apa OSPEK/MOS” bagi mahasiswa intenasional?”. Tentu saja mahasiswa internasional diberikan materi pengetahuan mengenai univerisitas, transportasi, dan tempat-tempat penting di Tiongkok. Kemudian setelah diberikan materi biasanya terdapat ujian dan masuk ke dalam kredit untuk skornya. Akan tetapi semua kembali lagi kepada kebijakan universitas masing-masing.

  1. Ada berapa kali kelas sih dalam satu hari atau satu minggu?

Dari pengalaman pribadi dan teman-teman saya biasanya dalam satu hari hanya ada kelas 5 sampe 6 jam paling full. Berdasarkan pengalaman pribadi biasanya universitas di Tiongkok rata-rata memiliki waktu pembelajaran yaitu:

Jam ke 1-2      (08:00 – 09:40)

Jam ke 3-4      (10:10 – 11:50)

Jam ke 5-6      (13:30 – 15:10)

Jam ke 7-8      (15:40 – 17:20)

Jam ke 9-10    (18:30 – 20:10)

Jam ke 11-12  (20:40 – 21:20)

  1. Apa saja sih yang dipelajari?

Untuk tahun pertama biasanya kita tidak langsung masuk ke materi jurusan biasanya diberikan materi mengenai pengetahuan tentang Tiongkok itu sendiri dan materi dasar tentang jurusan yang kita ambil, seperti Chinese Overview, Chinese Language, Computer Essential, Advance Math, dst. Selain materi di kelas, kita juga diberikan materi olahraga. Kalau kita ambil pengantar Inggris biasanya ada semacam kelas kungfu dan kalau pengantar mandarin kelas olahraga pada umumnya seperti badminton, voli, basket, dst. Akan tetapi untuk yang olahraga dengan kelas pengantar mandarin kebanyakan mahasiswa Indonesia memilih bulu tangkis. Akan tetapi, penjelasan saya di atas untuk kelas mandarin biasanya berlaku bagi mereka yang sebelumnya sudah memiliki kemampuan berbicara mandarin. Jika bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan mandarin sebelumnya biasanya mereka akan belajar full Bahasa mandarin selama setahun tanpa ada pelajaran lainnya. Baru ditahun kedua mereka akan diberikan materi dan wawasan mengenai negara tiongkok, materi dasar jurusan ataupun langsung ke materi jurusan.

  1. Bagaimana sistem pembelajaran di kelas bagi mahasiswa internasional?

Sistem pembelajaran dengan kelas mandarin dan kelas inggris memiliki perbedaan. Yaa jelas seperti namanya mandarin menggunakan pengantar mandarin dan inggris menggunakan bahsa inggris. Tetapi bukan itu ada beberapa ketentuan dan kebijakan misal untuk kelas inggris biasanya jumlah sks sudah ditentukan dari awal oleh International College dan kebanyakan tidak mengambil jumlah sks seperti apa yang kita inginkan. Namun, kelas mandarin biasanya terdapat kebijakan dapat mengatur jumlah sks yang kita inginkan selain dari sks yang telah ditentukan karena terdapat beberapa mata kuliah wajib dari setiap semesternya. Untuk sistem penilaian tergantung dari masing-masing univeristas maupun guru mata kuliah yang bersangkutan. Ada yang ditentukan langsung 60% Kehadiran dan 40% Ujian, ada yang 75% Ujian dan 25% Kehadiran. Dan biasanya untuk mahasiswa internasional diberikan sedikit keringanan dalam sistem penilaian daripada mahasiswa Tongkok lokal.

Sudah jelaskan mengenai sistem pembelajaran di Tiongkok kali ini! …. Kalau belum jelas ataupun ada pertanyaan dan komentar bisa langsung menghubungi kami di platform social media kami ….

 

 

Author : Frans A. Pranatha

Narasumber : Frans A. Pranatha, Liza Imega, Tommy Hung, Talitha Nastiti

Editor : –